Sebagian perempuan Indonesia menilai memiliki anak dapat menghambat perkembangan karir, menurut penelitian yang dilakukan perusahaan penyedia jasa konsultan manajemen, teknologi, dan outsourcing, Accenture.
Hasil penelitian ini disampaikan Direktur Eksekutif Accenture Indonesia Neneng Goenadi dalam diskusi yang digelar untuk memperingati "International Women's Day 2012" di Jakarta, Jumat (10/3)
"Satu sisi perempuan harus mengambil cuti melahirkan, menyusui dan mengasuh anak. Sisi lainnya, perempuan dituntut membantu suami mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, mengingat kebutuhan rumah tangga saat ini sangat mahal," kata Neneng.
Penelitian itu merupakan bagian dari hasil survei yang dilakukan sejak 2005 dengan mengambil tema "The Path Forward" pada November hingga Desember 2011 di 31 negara. Disebutkan sekitar 55 persen perempuan Indonesia yang menjadi responden menyatakan memiliki anak akan menghambat karir.
Hasil penelitian ini disampaikan Direktur Eksekutif Accenture Indonesia Neneng Goenadi dalam diskusi yang digelar untuk memperingati "International Women's Day 2012" di Jakarta, Jumat (10/3)
"Satu sisi perempuan harus mengambil cuti melahirkan, menyusui dan mengasuh anak. Sisi lainnya, perempuan dituntut membantu suami mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, mengingat kebutuhan rumah tangga saat ini sangat mahal," kata Neneng.
Penelitian itu merupakan bagian dari hasil survei yang dilakukan sejak 2005 dengan mengambil tema "The Path Forward" pada November hingga Desember 2011 di 31 negara. Disebutkan sekitar 55 persen perempuan Indonesia yang menjadi responden menyatakan memiliki anak akan menghambat karir.
Posted by