Tampilkan postingan dengan label Ogan Ilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ogan Ilir. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

Truk Kayu Terguling Makan Korban


Polisi mengatur jalan di areal truk yang terguling

INDRALAYA -- Truk kayu BG 9375 LM dikemudikan Hermanto (23) terguling di Km 33 Jalinsum Indralaya-Prabumulih, tepatnya depan taman Makam Pahlawan Indralaya Utara, Senin (5/3/2012) pukul 02.30. Truk itu kemudian ditabrak pengendara motor dari arah Palembang menyebabkan pengendara motor tewas.

Pengendara motor Byison Provit yang tewas diketahui bernama Supriyono (21) warga asal Kota Palembang yang berboncengan dengan Abdul (21) juga warga Palembang.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, akibat terbaliknya truk kayu itu menyebabkan dua kasus kecelakaan, melibatkan tiga mobil satu motor. Kecelakaan itu dikarenakan kepala truk masuk badan jalan dan tumpukan kayu beserakan di jalan. Sedangkan kejadiannya malam menjelang subuh cuaca hujan rintik dan minim penerangan lampu jalan.

Data yang diperoleh dari Pos Laka Timbangan, menyebutkan kecelakaan lain yang tejadi akibat tegulingnya truk kayu itu yakni tabrakan antara minibus Daihatsu Grand Max BG 2082 C dikemudikan Rahmat H (33) warga Kota Prabumulih.

Grand Max datang dari arah Palembang berusaha menghindar kepala truk yang memakan jalan lalu bertabrakan dengan truk batubara BG 8747 UM yang dikemudika Dedy (40) warga Palembang.

Akibatnya grand max mengalami ringsek bagian kanan bemper dan ban depan kanan pecah. Sementara sopir grand max dan truk tidak mengalami luka sedikitpun.

Saksi Samsudin (42) warga setempat, menyebutkan kecelakaan bermula dari mobil truck kayu yang dikendarai Harmanto dari arah Indralaya mundur dikarenakan kayu tujuannya salah arah. Seharusnya kayu dibawa ke PT SPF tetapi trtuk mengarah ke Prabumulih.

Merasa salah arah supir hendak balik arah dan memutar di depan PT Segonang Jaya. Karena ketinggian aspal jalan dengan bahu jalan cukup curam menyebabkan truk bemuatan berat itu terguling dan supirnya sempat pingsan.

"Aku dengar suara gaduh langsung keluar rumah kulihat ada obil terbalik, aku langsung menolong supirnya," ujar Samsudin seraya menyebutkan sekitar pukul 03.00 mobil grand max betabrakan dengan truk batubara karena menghindari truk terguling.

"Sekitar pukul 04.50, saat itu polisi sudah mengatur lalu lintas dan hendak mengevakuasi truk supaya tidak di jalan, tiba-tiba dari arah palembag meluncur motor dengan kecepatan tinggi menabrak truk kayu itu," katanya sembari menambahkan setelah menabrak truk kayu yang masih di bak truk jatuh menimpa badan pengendara motor itu.

"Teman yang diboncengnya tidak apa-apa," ungkap Samsudin.

Kasat Lantas Polres OI melalui Kapolpos Timbangan Aiptu Yanto, didampingi Bripda Faisal membenarkan kecelakaan tersebut. Menurut Yanto, pihaknya sudah berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan melarikannya ke Puskesmas. namun karena lukanya serius maka dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

"Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Palembang," kata Yanto seraya mengaku mobil truk berikut supirnya sudah diamankan di Sat Lantas Polres OI.

Penulis : Tarso
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Senin, 5 Maret 2012

Kamis, 11 Agustus 2011

Jalintim Dikepung Api.


INDERALAYA --- Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) terus terjadi. Jika sebelumnya, Minggu (7/8) kebun karet dan lahan dalam kampus Unsri Inderalaya, terbakar. Kemarin giliran hutan dan lahan di sepanjang di Jalintim (Jalan Lintas Timur) Palembang-Inderalaya Km 18 Desa Talang Pengeran, Kecamatan Pemulutan Barat dan Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara.

Kebakaran terjadi pada hutan dan semak belukar yang ada di sebelah kanan dan kiri jalan. Mulai dari arah Inderalaya masuk wilayah Kecamatan Inderalaya Utara. Sedangkan di sebelah kanan masuk wilayah Kecamatan Pemulutan Barat.

Api membakar rumput kering, sehingga menimbulkan asap pekat. Api yang berkobar di Desa Sungai Rambutan, tidak terlalu banyak titik apinya. Hanya sekitar dua atau tiga titik api. Sementara di Desa Talang Pangeran, jumlah titik api mencapai 10 buah dan melahap rumput di sepanjang Jalintim sekitar 100 meter.

Beberapa warga Desa Talang Pengeran yang kebetulan berkebun di pinggir Jalintim berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka berbekal seember air berusaha menyiram api yang membakar lahan. Namun upaya itu sia-sia. Sebab api semakin membesar karena tertiup angin.

Kepulan asap pekat terlihat dari kejauhan. Pengemudi kendaraan yang akan melintas harus menyalakan lampu untuk untuk mencegah terjadinya tabrakan. Bahkan terpaksa mengurangi kecepatannya karena jarak pandang hanya sekitar 10 meter.

Indra, salah satu pengemudi bus mengatakan terpaksa mengurangi kecepatan karena jarak pandang terhalang kepulan asap di depan. Lampu kuning dan putih juga terpaksa dinyalakan walaupun di siang hari untuk menghindari tabrakan. “Jika tidak, risiko tabrakan akan terjadi,” kata Indra. Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Ogan Ilir Ir Wawan Wiguna tidak berhasil dihubungi. Nomor handphone-nya tidak aktif.(33)

Sumber:
Sumatera Ekspres, Rabu, 10 Agustus 2011 23:24