Sabtu, 05 Januari 2013

Sembilan Tanda Anda Harus Kembali ke Pacar Lama

Sembilan Tanda Anda Harus Kembali ke Pacar Lama
Oleh: Lika Aprilia Samiadi

Dalam urusan cinta, ada kalanya pepatah "yang lalu biarlah berlalu" memang harus dituruti. Namun pada beberapa kasus, terkadang kekasih di masa lalu justru adalah yang terbaik.

Lalu, jika sang mantan tiba-tiba mengajak "balikan", bagaimana caranya mengetahui apakah dia patut diberi kesempatan kedua?

1. Teman-teman Anda masih berteman dengannya. Jika teman-teman menganggap mantan Anda orang yang menyenangkan untuk diajak berteman, berarti si dia memang patut dipertimbangkan.

2. Anda belum bisa berhenti memikirkannya. Hubungan sudah berakhir berbulan-bulan, bahkan lebih dari setahun yang lalu, tapi Anda masih sering melamunkan sang mantan. Jika tak sengaja bertemu di suatu tempat, jantung serasa berdegup kencang dan Anda jadi salah tingkah.

3. Dia tak pernah kasar, baik secara fisik maupun secara verbal. Selama masa pacaran dia tak pernah memperlakukan Anda dengan buruk.

4. Perhatikan caranya meminta "balikan". Apakah dia mengirim SMS atau BBM meminta Anda kembali jadi pacarnya secara tiba-tiba, tanpa ada pendekatan terlebih dahulu? Jangan-jangan itu hanya keinginan sesaat, atau ia hanya mendadak rindu pada Anda karena terpicu suatu kenangan, dan berubah pikiran keesokan harinya. Meski sudah pernah berpacaran sebelumnya, meminta rujuk pada mantan seharusnya dilakukan layaknya pedekate sebelum pacaran, bukan dengan cara instan. Setidaknya dia mengajak Anda kencan dulu, minimal satu kali.

5. Anda tahu alasan hubungan kalian gagal di masa lalu, dan bagaimana cara mengatasinya. Misalnya dulu Anda putus dengan dia karena beda agama, pastikan Anda dan mantan sudah tahu solusinya jika ingin kembali bersama. Begitu pun jika alasan putus adalah sifat buruk Anda atau pasangan, misalnya sang mantan terlalu posesif. Bicarakan dan cari solusi masalah tersebut sebelum Anda memutuskan untuk berhubungan kembali. Jika masalah utama tak diselesaikan dulu, percuma saja. Hubungan Anda pasti akan berakhir lagi karena alasan yang sama.

6. Dia tak punya kekasih dan tak sedang mendekati wanita lain. Hanya karena dia bilang masih cinta pada Anda, bukan berarti dia tak bilang cinta juga pada wanita lain. Hati-hati, tak sedikit pria playboy yang menebar jaring pada banyak wanita dan menunggu siapa yang akan memakan umpannya. Bisa jadi Anda hanya sekadar cadangan.

7. Anda lebih bahagia saat masih berpacaran dengannya. Mungkin dulu Anda menganggap sifat cemburu sang mantan sudah tak bisa ditolerir lagi, sehingga Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Tapi jika ternyata Anda malah menderita setelah putus darinya, mungkin sebetulnya masih ada cara lain selain putus. Beda halnya jika selama pacaran, Anda dan pasangan menghabiskan 50 persen waktu untuk bertengkar. Jika saat pacaran Anda dibuatnya menangis sedih/kesal seminggu sekali, mungkin memang sebaiknya Anda tak bersamanya lagi.

8. Anda bisa membayangkan sang mantan sebagai suami Anda. Jika Anda merasa dia kurang tepat jadi pria yang akan Anda nikahi suatu hari nanti, buat apa buang-buang waktu dengan kembali menjalin hubungan dengannya? Saatnya mencari pria lain yang lebih tepat.

9. Anda sudah saling memaafkan. Hubungan tak bisa dijalin kembali jika Anda atau sang mantan masih menyimpan dendam dan belum sepenuhnya memaafkan kesalahan yang lalu. Dendam bisa jadi bahaya laten yang sewaktu-waktu bisa meledak dan diungkit kembali dalam pertengkaran.

Sumber : Yahoo She

6 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Bertemu Mantan Pacar

6 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Bertemu Mantan Pacar
Oleh: Lika Aprilia Samiadi

Jika perasaan sudah hilang tak bersisa, bertemu mantan pacar sama sekali tak jadi masalah. Tapi jika baru saja putus dan rasa cinta masih ada, datang ke tempat atau acara yang kita tahu akan ada si mantan pacar rasanya pasti berat sekali. Apalagi jika bertemu secara di tiba-tiba di tempat tak terduga.

Agar tak salah tingkah dan tak mengganggu proses "move on", ada beberapa hal yang sebaiknya tak dilakukan saat bertemu dengan mantan pacar.

1. Menghindar
Anda masuk ke sebuah restoran dan melihat mantan sedang duduk di meja sebelah kanan. Gugup dan tak mau menemuinya, Anda putar balik dan keluar. Ini langkah yang salah, karena jika Anda "kabur" padahal dia sudah melihat Anda (atau temannya melihat Anda dan kemudian memberitahunya), dia malah akan berada di atas angin, karena kesan yang didapat adalah Anda belum bisa move on dan tak siap bila harus bertemu dia.

Yang harus dilakukan: jika dia melihat ke arah Anda juga, tersenyum saja. Hampiri dan ucapkan halo dengan ramah, dan mungkin tanya pertanyaan basa-basi seperti, "Apa kabar?". Tak perlu berlama-lama, setelah itu langsung pamit saja, "Aku ke sana, ya. Daah!" Dengan begini Anda terlihat baik-baik saja dan seakan-akan hidup Anda berlanjut seperti biasa tanpa dirinya.

2. Marah/kesal
Oke, mungkin Anda masih sakit hati padanya. Mungkin Anda merasa masalah kalian belum terselesaikan. Tapi jika hubungan memang sudah berakhir, sudahlah lupakan saja. Percuma juga Anda masih marah-marah, toh belum tentu bisa membuat dia mengajak balikan.

Yang harus dilakukan: Saat bertemu dia lagi dan segala emosi negatif tiba-tiba memuncak, tarik napas dalam-dalam, keluarkan pelan-pelan, dan paksa bibir Anda untuk tersenyum. Jika Anda merasa tak bisa menahan emosi (marah, kesal, atau menangis), segera pamit baik-baik.

3. Duduk Mengobrol Berlama-Lama
Jika Anda dan mantan sudah berpisah bertahun-tahun lamanya dan kebetulan bertemu lagi, silakan saja duduk dan ngopi bareng sambil mengobrol berjam-jam. Tapi jika putusnya baru seminggu yang lalu dan Anda belum bisa move on, tak usah lah cari-cari masalah dengan berusaha memanjang-manjangkan obrolan dengannya. Bisa jadi dia tak nyaman, atau Anda malah makin susah melupakannya, atau kalian malah terlibat pertengkaran lagi.

Yang harus dilakukan: keep it short but sweet. Cukup tanya pertanyaan mendasar alias basa-basi, lalu akhiri dengan baik-baik. Jika perasaan Anda padanya sudah netral lagi, barulah kalian bisa duduk mengobrol berjam-jam tanpa ada yang memendam rasa sakit hati.

4. Pamer Kemesraan dengan Lelaki Lain
Anda baru putus tapi sudah dekat dengan lelaki lain, yang lebih ganteng pula dari si mantan? Selamat, ya. Tapi tak berarti Anda bisa membuat mantan cemburu dengan memeluk pacar baru secara terang-terangan. Bersimpatilah pada perasaannya. Lagipula, bermesraan dengan pria baru tak lama setelah putus pun dampaknya tak terlalu bagus pada imej Anda, bukan?

Begitu pun bila Anda kebetulan sedang jalan dengan teman lelaki (hanya teman biasa) lalu tiba-tiba bertemu mantan. Jangan manfaatkan si teman yang tahu apa-apa itu untuk membuat sang mantan cemburu. Bertingkahlah seperti biasa, tak perlu mesra berlebihan.

Yang harus dilakukan: jika Anda bertemu mantan dan kebetulan sedang bersama teman laki-laki, perkenalkan saja ia seperti biasa, tanpa perlu banyak embel-embel. "Kenalin, ini Reza." Dijamin si mantan justru akan penasaran dan bertanya-tanya siapa dia sebenarnya.

5. Melupakan Penampilan
Tak perlu berdandan heboh, tapi setiap kali keluar rumah, pastikan Anda mengenakan baju yang rapi, pantas, dan enak dilihat, serta wajah yang terawat dan rambut yang ditata rapi. Jadi jika tiba-tiba bertemu orang yang tak terduga seperti mantan pacar, Anda tak akan terlalu panik.

Yang harus dilakukan: ini tak hanya berlaku bagi Anda yang baru putus dan berpotensi bertemu mantan. Kita tak akan pernah tahu kapan kita akan bertemu seseorang yang penting dan berpengaruh bagi masa depan kita, dan sayang sekali jika kesempatan itu terbuang sia-sia hanya karena penampilan kita sedang amburadul. So, sebelum keluar rumah, bercerminlah dan tanya pada diri sendiri, "Sudah cantik belum, ya?"

6. Terbuai Masa Lalu
Anda sudah hampir bisa melupakannya, tapi saat bertemu dengannya secara tak sengaja di sebuah mall dan berbincang-bincang sedikit, pelan-pelan rasa itu muncul lagi. Anda lalu bertanya-tanya, "Apa sebaiknya balikan saja ya?" Hati-hati, ini adalah bahaya terbesar dari pertemuan dengan mantan: membuat Anda tertarik kembali dengan masa lalu.

Yang harus dilakukan: ingat-ingat lagi kenapa kemarin Anda ingin putus. Atau ingat-ingat lagi bagaimana perasaan sakit hati Anda saat dia meminta putus. Pikirkan alasannya, dan tanya pada diri sendiri apakah Anda ingin mengalaminya lagi? Ingatkan diri Anda, satu-satunya cara untuk move on adalah dengan maju ke depan, bukan dengan terus menerus melihat ke belakang.

Sumber: Yahoo She

Kamis, 03 Januari 2013

Ini Jurus Jitu Hapus Nostalgia Cinta Tak Bahagia Tahun Lalu

Ini Jurus Jitu Hapus Nostalgia Cinta Tak Bahagia Tahun Lalu

Hari baru saatnya memulai langkah baru. Meski Anda baru kehilangan pasangan yang memberikan Anda begitu banyak nostalgia, akhiri rasa sedih juga kesepian. Saatnya Anda memulai kembali cerita baru yang jauh lebih membahagiakan.

Tentunya tak mudah melupakan mantan, apalagi jika Anda selalu dibayangi pertanyaaan mengapa Anda tak bisa bersama orang yang dicintai? Mengapa hubungan Anda dan dia harus berakhir? Penerimaan menjadi satu langkah awalnya, fokuslah pada diri dan kebahagiaan Anda, dan membuka diri untuk orang lain yang jauh lebih baik untuk Anda dengan sembilan cara ini:

1. Refleksi Diri
Ambil waktu sejenak untuk merefleksi diri. Fokuslah pada hal baik dalam diri Anda dalam urusan hubungan berpasangan. Cari tahu apa yang sebaiknya Anda perbaiki dari kisah cinta di masa lampau. Dengan cara ini Anda lebih memahami sudah sejauh mana Anda melangkah, di mana posisi Anda saat ini, dan apa tujuan Anda ke depannya.

2. Lawan Dengan Pikiran Positif
Pikiran negatif kerap muncul saat mengingat betapa pahitnya nostalgia cinta masa lalu. Jangan hindari pikiran negatif ini, justru pertanyakanlah. Lalu temukan jawaban dengan menggunakan pikiran positif Anda. Upayakan untuk mencari jawaban positif, bukan dengan menyalahkan diri sendiri atau memunculkan pikirna negatif lainnya.

3. Buat Pilihan
Saat Anda memikirkannya, dan tak bisa menahan keinginan untuk menghubunginya, berikan pilihan pada diri sendiri untuk tidak melakukannya. Caranya, hapus nomor kontaknya dari ponsel Anda. Kalau pun si dia menghubungi Anda, mengirim SMS, abaikan saja.

4. Hiduplah di Masa Sekarang
Luangkan waktu sebanyak mungkin dengan berbagai aktivitas Anda saat ini, dengan status baru Anda sebagai lajang. Kalau Anda masih mendominasi waktu dan pikiran dengan memikirkan si dia, tandanya Anda masih hidup di masa lalu. Nikmati hidup Anda saat ini.

5. Temukan dan Jalani Passion
Waktunya untuk diri sendiri. Jika selama ini Anda sibuk dengannya, saatnya memikirkan kembali dan menjalani apa yang menjadi passion Anda. Cari dan resapi berbagai inspirasi. Ijinkan kebahagiaan masuk dalam kehidupan Anda. Lakukan apa yang Anda suka. Ketika Anda mulai menjani passion, hidup Anda jauh lebih bahagia dan penting daripada memikirkan nostalgia buruk masa lalu.

6. Selami Jiwa Anda
Bangun hubungan lebih baik dengan diri sendiri, selami jiwa Anda. Luangkan waktu berdekatan dengan alam, lakukan meditasi, manjakan diri dengan pijatan, gunakan waktu me time dalam suasana penuh keheningan untuk menenangkan pikiran.

7. Ciptakan Lingkungan Positif
Luangkan waktu untuk bersama teman dan keluarga yang peduli dengan Anda. Mereka akan membuat Anda merasa lebih tenang menghadapi situasi sulit.

8. Perlakukan Diri Anda Lebih Baik
Bersikaplah ramah pada diri sendiri, dengan lebih mencintai dan mengharga diri. Semakin baik Anda memperlakukan diri sendiri, semakin baik pasangan Anda nantinya akan memperlakukan Anda.

9. Sehatkan Batin
Setiap kali rasa sedih itu muncul, segera atasi. Sehatkan batin Anda dari pengalaman tak bahagia dalam hubungan di masa lalu. Ciptakan resolusi belajar dari pola hubungan buruk di masa lalu. Jadi, begitu Anda siap membuka diri dengan hubungan baru, Anda bisa menciptakan dan mempertahankan cinta yang lebih bahagia dan abadi.

Percayalah, Anda layak bahagia dan menemukan pasangan yang lebih baik dan menghargai Anda juga hubungan yang Anda bangun bersama. Segera akhiri nostalgia yang membuat Anda tak merasa bahagia. Awali hari baru dengan perasaan baru yang lebih positif.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Kompas.com
Sriwijaya Post - Selasa, 1 Januari 2013

Minggu, 16 Desember 2012

Internet Indonesia Lambat


Anak-anak mengakses internet di salah satu rumah di Kampung Siber yang berada di RT 36, Kampung Taman, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta

JAKARTA - Dari 63 juta pengguna internet di Indonesia --yang diketahui lewat survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) selama April-Juli 2012-- sebagian besar atau sekitar 73 persen disebutkan mengakses internet menggunakan perangkat mobile.

Ketua Umum APJII Sammy Pangerapan pun mengatakan bahwa perangkat mobile berandil besar meningkatkan jumlah pengguna internet di Indonesia dari 30 juta orang pada 2009 menjadi 55 juta orang pada 2012.

Akan tetapi, peralihan tahun berikutnya dari 2011 ke 2012 hanya mencatat kenaikan jumlah pengguna internet sebesar 8 juta orang menjadi 63 juta.

Menurut Sammy, hal tersebut disebabkan oleh semakin padatnya jaringan seluler 3G yang digunakan perangkat mobile untuk mengakses internet.

"Tahun 2012 sudah banyak smartphone, tapi pertumbuhan melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya karena spektrum sudah saturated, tidak bisa dipaksakan," ujar Sammy dalam acara APJII Internet Outlook 2013 di Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Agar laju pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia bisa dipertahankan, lanjut Sammy, pemerintah harus menyediakan jalur tambahan antara lain melalui kanal 4G LTE, Wimax, dan Fiber to the Home (FttH).

Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah bermigrasi dari Internet Protocol Version 4 (IPv4) ke IPv6.

Dari sisi operator, menurut dia, salah satu cara untuk mengatasi kepadatan ini adalah dengan menyelenggarakan offload beban jaringan mobile ke WiFi melalui kerjasama dengan provider internet.

"Yang paling penting itu adalah last mile. Biaya akses antar pelanggan dan operator yang menyelenggarakan akses internet masih mahal," tandas Sammy.

PC Belum Tamat
Meski tertinggal dibanding ponsel, berdasarkan survei APJII, jumlah pengguna internet Indonesia yang mengakses jejaring maya lewat komputer PC ternyata masih terhitung tinggi, yaitu 41 persen. Angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan tablet yang mencatat angka 3,4 persen.

Notebook dan netbook menjadi terbanyak kedua dalam hal perangkat yang dipakai untuk akses internet dengan angka gabungan 51 persen, sementara urutan pertama ditempati smartphone dengan 70 persen.

"Persentasenya seperti itu karena dalam survei pengguna bisa memilih lebih dari satu perangkat apabila memilikinya dan mengakses internet dari situ," jelas Kepala Departemen Pendaftaran Internet Nasional APJII Valens Riyadi.

"Jadi kalau kita dengar soal post-PC device mungkin nanti akan seperti itu, tapi di Indonesia belum," ujar Valens.

Dari sisi demografis, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh kaum muda berusia 12-34 tahun yang mencakup 64,2 persen dari jumlah pengguna. Pengguna tertinggi berada pada kelompok usia 20-24 tahun yang mencapai 15,1 persen dari total populasi.

Sebanyak 53,3 persen pengguna internet Indonesia merupakan kaum pekerja, disusul pelajar sekolah (16,6 persen) dan ibu rumah tangga (15,3 persen). Mahasiswa dengan angka 9 persen menempati urutan ke empat sementara pengguna yang belum bekerja sekitar 5,8 persen.

Editor : Sudarwan
Sumber : Kompas.com
Sriwijaya Post - Kamis, 13 Desember 2012

Sepertiga Orang Berjalan Sambil Menggunakan Telepon

Hampir sepertiga pejalan kaki menyeberang jalan sambil menggunakan telepon genggam, seperti terungkap dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat.

Dari 1.000 orang yang menyeberang jalan di Seattle, sekitar 10% mendengarkan musik, 7% mengirim atau membaca pesan, dan 6% melakukan pembicaraan telepon.

Penelitian yang dimuat di jurnal Injury Prevention itu menyebutkan bahwa pengguna pesan empat kali lebih tinggi untuk mengabaikan lampu merah atau melihat ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang.

Dan para pengguna teks itu juga lebih lambat sekitar dua detik untuk menyeberang jalan yang terdiri dari tiga sampai empat jalur.

Sementara mereka yang mendengarkan musik berjalan lebih cepat saat menyeberang namun mereka cenderung lebih sedikit melihat ke dua arah jalan sebelum melintas.

"Pada akhrinya perubahan sikap dan perilaku dari pejalan kaki -dengan upaya yang sama terhadap pengemudi yang mabuk- menjadi hal penting dalam mengurangi risiko penggunaan peralatan genggam," tutur laporan tersebut.

Jangan terganggu
Kevin Clinton dari lembaga sosial yang berupaya mengurangi kecelakaan, Royal Society for the Prevention of Accidents, mengatakan melihat dengan benar ketika berjalan kaki sama pentingnya dengan ketika mengemudi.

"Jadi hati-hati agar perhatian tidak terganggu, entah itu karena telepon genggam, mendengar musik, atau berbicara dengan orang lain."

"Menggunakan semua indera saat berada di jalan amat penting dan menggunakan telepon genggam tentu saja mengganggu perhatian. Amat penting untuk sadar penuh ketika berinteraksi dengan lalu lintas," tambahnya.

Departemen Perhubungan Inggris memperkirakan terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas atas pejalan kaki sebesar 5% hingga Juni 2011 jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Sementara itu Edmund King dari perusahaan jasa perbaikan mobil dan motor, AA, mengatakan kecelakaan karena tidak memperdulikan lingkungan lalu lintas bisa menyebabkan kematian.

"Penelitian itu mengukuhkan bahwa jutaan pejalan kaki, pesepeda, dan menggunakan peralatan genggam bisa menjadi hal yang salah pada waktu yang salah. Pengguna jalan harus mengetahui yang terjadi di sekelilingnya."

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Tribunnews
Sriwijaya Post - Kamis, 13 Desember 2012

Rabu, 12 Desember 2012

Misteri Gua Puteri Baturaja

Misteri Gua Puteri Baturaja

Lokasinya memang agak tersembunyi, namun pendatang baru sekalipun dengan mudah bisa menemukannya. Sebab, warga sekitar gua akan dengan senang hati mengantar. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sudah membangun jalan beton yang mengarah ke mulut gua. Jalan selebar 1-2 meter itu cukup lapang untuk dilalui.

Memasuki gua tersebut tidak perlu memiliki keahlian khusus layaknya penelusur gua. Pintu gua cukup lebar dan tinggi sehingga pengunjung tidak perlu menunduk, apalagi merangkak untuk memasukinya. Begitu juga ruangan di dalam gua tersebut. Lebar gua yang bervariasi, 8-20 meter, cukup lapang untuk berjalan-jalan. Jarak antara lantai gua dan langit-langitnya pun lebar, berkisar 2,7-4 meter.

Hanya, meski kondisinya lapang, pengunjung harus berhati-hati saat menapaki lantai gua dan menyusuri rute dari pintu masuk sampai ke pintu keluar. Meski sudah ada lampu penerangan di rute sepanjang 500 meter tersebut, dinding gua yang kelam tidak cukup membantu untuk menerangi isi gua. Selain pencahayaan yang tidak terlalu terang, pengunjung harus berhati-hati. Sebab, di beberapa bagian, jalanan menanjak dengan lantai yang licin.

Begitu memasuki gua tersebut, bau khas kotoran kelelawar langsung menyambut. Tidak perlu kaget jika tiba-tiba beberapa ekor binatang malam itu melintas. Pada langit-langit, ratusan kelelawar bergelantungan dengan kepala di bawah.

Semua tantangan perjalanan dan sambutan itu terbayar ketika memasuki bagian tengah gua. Beragam bentuk batuan, termasuk stalagtit dan stalagmit seakan menembus lantai dan langit-langit gua. Belum hilang kekaguman menyaksikan benda-benda bentukan alam tersebut, telinga sudah terbuai dengan suara gemericik air dari bagian tengah gua.

Suara itu berasal dari sungai bawah tanah di gua tersebut. Sungai tersebut merupakan aliran anak Sungai Semuhun yang selanjutnya bertemu dengan Sungai Ogan. Meski berada di dalam gua, sungai itu cukup besar. Lebar badan sungai tersebut bervariasi, 8-12 meter. Konon, warga sekitar meyakini bahwa sungai di dalam gua itu dulu adalah pemandian bagi para putri kerajaan. Ada juga yang mempercayai bahwa air sungai tersebut mengandung khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Hanya dengan membasuh muka dengan air sungai tersebut, warga sekitar yakin bisa awet muda. Remaja yang belum mendapatkan jodoh juga bisa mencoba khasiat air sungai itu yang disebut-sebut bisa mengentengkan jodoh. Dugaan bahwa Gua Puteri pernah menjadi hunian manusia prasejarah didasari penelitian pada 2005. Balai Arkeologi Palembang menemukan jejak-jejak budaya prasejarah pada kedalaman tertentu.

Beberapa diantaranya pecahan gerabah, tulang binatang, bahkan tulang manusia. Juga ditemukan beberapa perkakas kuno, seperti batu pukul, batu pahat dan kapak batu. Temuan-temuan itulah yang mengarah pada dugaan bahwa gua tersebut pernah dihuni manusia.

Dugaan tersebut diperkuat hasil penelitian tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas) yang dipimpin Prof Truman Simanjuntak pada awal 2009. Penelitian tersebut dilakukan di Gua Harimau yang lokasinya berdekatan dengan Gua Putri. Di Gua Harimau, tim itu menemukan empat kerangka manusia yang berdasar ciri-cirinya berasal dari zaman neolitikum. (net)

Palembang Post, Kamis, 21 Juni 2012