GORONTALO - Definisi `cantik` bagi perempuan yang masih dianut sebagian besar masyarakat Indonesia, dinilai masih terjajah mental kolonial yang merasuk dalam alam bawah sadar, sejak ratusan tahun lalu.
Hal ini dikemukakan Funco Tanipu, pengamat sosial dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) , Jumat.
Staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial, yang menggeluti isu tubuh, konsumsi, kekuasaan dan studi kultural ini memaparkan, fenomena tersebut setidaknya dapat dilihat dari bagaimana media massa terus mendengung-dengungkan kecantikan yang identik dengan kulit putih atau berhidung mancung.
"Kami kemudian terbiasa meledek seseorang yang berhidung pesek atau berkulit hitam," kata dia.
Hal ini dikemukakan Funco Tanipu, pengamat sosial dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) , Jumat.
Staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial, yang menggeluti isu tubuh, konsumsi, kekuasaan dan studi kultural ini memaparkan, fenomena tersebut setidaknya dapat dilihat dari bagaimana media massa terus mendengung-dengungkan kecantikan yang identik dengan kulit putih atau berhidung mancung.
"Kami kemudian terbiasa meledek seseorang yang berhidung pesek atau berkulit hitam," kata dia.
Posted by 




